Tampilkan postingan dengan label Tips-Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips-Tips. Tampilkan semua postingan

Maret 17, 2011

Berbagai Cara Bikin Rumah Tetap Rapi


Tumpukan barang, majalah dan koran bekas, timbunan surat dan nota tagihan, semua menuntut wadah. Tampaknya masalah kecil, tapi cukup merepotkan.

Rasanya tidak ada satu pun rumah yang bebas dari masalah tumpukan barang. Yang paling menyebalkan adalah barang-barang berukuran kecil, yang kerap kali berserakan karena tidak ada wadah yang cukup memadai untuk menampungnya. Coba lihat meja kerja Anda, berapa banyak timbunan berkas, dokumen, surat, hingga nota tagihan di sana?

Beranjak ke ruang keluarga, coba singkap taplak meja dan lihat berapa tinggi tumpukan koran dan majalah bekas, yang Anda simpan di bawahnya? Masalah semakin rumit kalau Anda termasuk orang yang "sulit" membuang barang.Tapi tentunya masalah ini tidak boleh didiamkan, saatnya bergerak merapikannya. Berikut beberapa cara yang bisa diaplikasikan untuk menjaga rumah tetap rapi, meski banyak barang yang dimiliki.

1. Keranjang Rotan

Demikian banyak ragam desain dan ukuran keranjang rotan, harganya pun tak akan membuat kantong bocor. Manfaatkan keranjang rotan untuk menyimpan benda-benda kecil, yang kerap berserakan. Mulai dari beragam kunci, surat, nota tagihan, dan sebagainya. Pilih ukuran keranjang sesuai dengan kebutuhan.

2. Boks Berlabel

Punya banyak ragam barang? Boks berlabellah solusinya. Tidak harus membeli baru, boks bekas wadah sepatu pun bisa digunakan. Jangan lupa percantik dahulu, misalnya memberi lapisan kertas kado.Simpan barang-barang sesuai kategori, misalnya foto lama, alat jahit, dan sebagainya. Tulis kategori tadi dalam sebuah label, dan tempelkan di permukaan boks yang mudah terlihat.

3.Boks plastik lebih aman

Sebagian dari Anda yang tinggal di daerah yang kerap terkena banjir atau genangan air, boks plastik adalah wadah penyimpanan yang relatif aman. Terutama jika Anda harus menempatkan wadah penyimpanan ini di lantai, bukan di atas rak atau lemari. Jangan lupa berikan label yang memberitahukan apa isi boks, supaya lebih mudah saat akan mencari barang.

4. Optimalkan furnitur yang memiliki wadah penyimpanan

Rak, lemari, kabinet dapur, laci meja nakas, hingga bench yang memiliki wadah penyimpanan, harus dimaksimalkan pemanfaatannya. Pastikan Anda mengatur rapi barang-barang yang Anda simpan di sana, sehingga setiap ruang terisi penuh.

5. Disiplin dalam menyimpan barang

Salah satu sebab barang kerap berserakan adalah karena kita sendiri tidak disiplin. Begitu selesai menggunakan barang, segera kembalikan ke tempatnya semula. Dengan demikian setiap barang akan tetap rapi berada di tempatnya.

6. Rapikan barang secara berkala

Coba perhatikan, dalam seminggu saja pasti ada barang yang bertambah di rumah kita. Itu sebabnya, kita perlu merapikan barang-barang yang kita simpan secara berkala. Tiga sampai enam bulan sekali, rasanya cukup. Bongkar kembali rak atau lemari penyimpanan, kelompokkan barang-barang yang masih terpakai dan yang tidak. Singkirkan barang-barang yang tidak terpakai, tempatnya bisa diisi oleh barang-barang yang baru jadi "penghuni" rumah.

Betapapun "sayangnya" kita pada barang-barang di rumah, ada waktunya kita harus menyingkirkan yang sudah tak lagi terpakai. Anda tentu tidak mau rumah jadi tampak penuh barang seperti di gudang penyimpanan, kan? Jadi, coba aplikasikan cara-cara di atas, mudah-mudahan bisa membantu.

Februari 09, 2011

HARGA/BIAYA JASA ARSITEK ATAU DESAIN INTERIOR


Banyak orang awam dalam interior/arsitektur ragu menggunakan jasa studio desain interior atau arsitektur. Karena kawatir biayanya mahal. Tidak sedikit juga email yang datang kepada saya yang mulai dengan pertanyaan berapa harga desain interior, atau berapa biaya jasa arsitek. Tip di bawah ini mungkin berguna.
Anda sebaiknya tahu dulu bahwa pekerjaan desain interior dan arsitektur adalah dua hal yang berbeda, meskipun keduanya sama-sama mendesain yaitu mendesain ruang. Technically, definisi kasarnya dari desain arsitektur yaitu mendesain tampak luar, yaitu tampak luar sebuah bangunan, rumah, ruko, rukan, mall atau gedung perkantoran.
Sedangkan desain interior adalah mendesain tampak dalam sebuah ruang. Misalnya mendesain ruang tamu, ruang tidur, kamar mandi, ruang kerja, atau dapur. Termasuk di dalamnya adalah furniture, tetapi tidak terbatas pada barang furniture seperti lemari, meja, kitchen set atau tempat tidur. Desain interior bermain dengan seluruh elemen dalam ruang itu, baik warna cat dinding, lantai, plafon maupun pencahayaan (lighting).
Karena baik arsitektur maupun interior mencakup bidang jasa yang luas, maka harga jasa pun ditentukan oleh berapa luas scope atau lingkup pekerjaan arsitektur maupun desain interior.
Misalnya untuk jasa arsitektur lingkupnya bisa minimal, sedang atau penuh. Yang termasuk kategori minimal adalah jasa pembuatan gambar arsitektur yaitu denah, gambar tampak dan potongan serta pengamatan lokasi/survey.
Yang termasuk kategori sedang adalah jasa minimal ditambah dengan aksonometri eksterior (3D), perspektif ruang dalam (3D), dan gambar bestek (3D). Sedangkan jasa penuh meliputi kategori sedang ditambah dengan gambar system perpipaan, gambar system sanitasi, gambar instalasi listrik, estimasi biaya (RAB) rencana jadwal pembangunan (schedule kerja), dan pengawasan pembangunan.
Selain jasa arsitektur tersebut Anda juga dapat sekaligus meminta jasa pembangunan/kontraktor. Itu berarti anda meminta jasa design and built.
Setiap kantor arsitek mempunyai cara menghitung jasa yang berbeda-beda. Ada yang mendasarkan pada prosentase, pada jumlah m2 atau pada jam kerja (khususnya bila hanya meminta jasa pengawasan). Bila di dasarkan pada persentase, kisaran biaya arsitek (jasa penuh) adalah 2 persen s.d. 10 persen dari total biaya (RAB). Semakin besar bangunan Anda tentu semakin kecil nilai persentasenya. Bahkan untuk desain bangunan besar seperti mall atau perkantoran, desain feenya sering kali kurang dari 1%. Nah, Anda tentu dapat menghitung sendiri, maksimal biaya yang dikeluarkan dengan patokan rata-rata pembangunan rumah kualitas standard sekitar Rp 2 juta per meter perseginya.

TIPS BERKONSULTASI DENGAN ARSITEK


Apakah anda pernah berhubungan dengan seorang arsitek? Pernahkah anda membangun rumah, kantor, atau tempat usaha anda sendiri? Saat ini minat masyarakat Indonesia terhadap seni bangunan lumayan tinggi. Banyaknya media yang mengulas tentang seni arsitektur dan juga interior, menambah nilai seni arsitektur semakin dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Masyarakat sudah mulai berpikir mengenai estetika rumah mereka.
Arsitek, adalah seseorang yang mempunyai pengetahuan dan keahlian dalam merencanakan lingkungan buatan. Yang dimaksud lingkungan buatan bisa berupa bangunan, landscape, maupun interior. Arsitek yang baik dapat memadukan antara lingkungan alami, llingkungan buatan, dan manusia yang menempatinya hingga tercipta suatu hubungan yang harmonis. Manusia merasa nyaman menggunakan, alam tidak dirusak, dan lingkungan buatan memanfaatkan alam untuk menjadi pendukungnya dalam mewadahi kegiatan manusia yang menggunakannya.
Sebagai contoh kecil, yakni ketika kita membangun rumah tinggal. Mungkin anda sudah mempunyai rencana-rencana mengenai rumah yang sudah siap anda bangun. Atau mungkin anda bermaksud merenovasi rumah yang anda beli. Atau juga anda bermaksud merencanakan interior dan taman dari rumah baru anda. Disinilah peran arsitek untuk anda. Arsitek akan membantu anda untuk memvisualisasikan apa yang anda inginkan kedalam suatu wujud fisik bangunan.
Jika anda sedang dalam tahap membangun rumah, kantor, atau tempat usaha dan ingin menggunakan jasa arsitek, saya jelaskan beberapa kiat-kiat dalam “berhubungan” dengan arsitek :

1. Pilih Arsitek Berkualitas Bagus

Biasanya, marketing yang paling bagus untuk bidang jasa, adalah sistem dari mulut ke mulut. Seseorang yang mempunyai track record baik, tentu akan cepat menyebar berita tentangnya. Begitu pula dengan arsitek. Seorang klien, yang puas karena bangunan barunya terlihat sempurna di matanya, pasti akan membanggakan diri dan memperkenalkan arsitek yang merancangnya kepada teman, relasi, keluarga dan kerabat. Dengan sistem ini, maka arsitek akan terkenal dengan sendirinya. Maka untuk anda, cobalah menanyakan kepada teman, saudara, atau relasi, yang mempunyai pengalaman dengan arsitek yang berkualitas. Dengan pencarian seperti ini, biasanya hasil yang didapat pun akan memuaskan.
Jika tidak ada referensi dari teman, mungkin anda perlu untuk membaca majalh-majalah arsitektur (majalh untuk arsitek, bukan majalah desain rumah). Biasanya yang terlibat didalamnya adalah arsitek-arsitek ternama maupun arsitek-arsitek muda yang karya desainnya diakui dimata sesama arsitek, sehingga tanpa diragukan lagi hasilnya pasti bagus. Namun, mungkin mereka akan mematok harga yang mahal. Namun bagi anda yang menilai “seni lebih dari segalanya” sehingga uang tidak masalah bagi anda, maka cara ini cocok untuk anda.

2. Sampaikan data-data lengkap tentang bangunan yang ingin anda bangun

Pada saat bertemu dengan arsitek untuk pertama kalinya, sampaikanlah keinginan anda mengenai konsep bangunan yang anda inginkan. Beberapa klien yang saya bantu, sudah mempunyai konsep mengenai bangunan yang diidamkan. Sebagai contoh, konsep yang mengacu kepada model design; anda mempunyai impian membangun rumah dengan gaya minimalis, modern, mediterania, atau klasik, dsb. Selain model, berikanlah informasi mengenai jumlah penghuni, kegiatan penghuni, bahkan sampai profesi anda sebagai penghuni. Arsitek yang baik akan bisa menerjemahkan info yang anda berikan menjadi konsep pra design. Dalam konsep pra design ini biasanya sudah terwadahi beberapa aspek seperti sirkulasi, bentuk fasad, pola ruang, pembagian area (publik dan privat), dsb.
Jangan lupa, pada waktu pertama bertemu arsitek bawalah data-data mengenai site/lahan yang akan anda bangun. Beberapa aspek fisik seperti luas lahan, letak jalan, kondisi tetangga kanan-kiri, kondisi fisik tanah dan arah hadap lahan. Arsitek akan mengolah semua info tersebut menjadi konsep pra design. Berikanlah data-data yang diminta oleh arsitek, karena itu akan berpengaruh pada hasil pra design sang arsitek.

3. Pertimbangkan Harga dan Produk Konsultasi

Anda perlu memperhatikan harga jasa dari sang arsitek. Pada saat pertemuan awal, sang arsitek akan memberikan harga jasa atau fee mereka. Pertimbangkan juga produk yang mereka berikan, apakah sesuai dengan fee yang mereka tawarkan. Arsitek ternama akan memasang harga yang mahal. Begitu juga sebaliknya, banyak arsitek yang memasang harga murah. Biasanya perhitungan biaya fee arsitek ada dua macam. Pertama, berdasarkan sekian persen dari Rencana Anggaran Biaya bangunan. Dan kedua berdasarkan luas bangunan alias per meter persegi.
Untuk sistem persen, menurut buku “Pedoman Hubungan Kerja antara Arsitek dengan Pemberi Tugas” tahun 1991, besarnya fee arsitek untuk rumah tinggal berkisar antara5-8%. Tergantung pada besar-kecil bangunan dan biaya RAB keseluruhan.
Sedangkan untuk sistem per meter persegi, tidak ada patokan khusus yang mengikat. Kisaran harga sangat bervariasi, mulai dari Rp. 5000,00/m2 – ratusan ribu bahkan jutaan permeter persegi. Biasanya dihitung menurut luasan bangunan, bukan luasan lahan. Terkecuali untuk design halaman dan taman. Untuk pertimbangan harga per meter ini, tergantung anda dalam memilihnya.
Produk dari arsitek bervariasi sesuai yang anda inginkan, tentunya dalam lingkup arsitektural. Secara lengkap (paket lengkap), arsitek akan memberikan sketsa konsep, denah, tampak/fasad bangunan, gambar 3dimensi untuk fasad dan pola ruang, gambar kerja (gambar panduan untuk kontraktor lapangan) dan gambar detail-detail arsitektural dari bagian-bagian rumah anda. Beberapa arsitek menawarkan paket desain, dari yang sederhana, sampai yang komplit. Komplit tidaknya produk tergantung paket harga yang diambil. Semakin komplit produk yang anda inginkan, semakin mahal biaya yang anda keluarkan. Namun saran saya, lebih baik anda ambil desain yang komplit, sehingga nanti dalam pelaksanaan, anda tidak kesulitan menerjemahkan bagian per bagian. Selain itu, karena menjadi satu kesatuan design, konsep/tema di seluruh bagian akan menyatu.

4. Jangan sia-siakan masa konsultasi

Setelah terjadi kesepakatan harga, dalam setiap proses desainnya, anda berhak untuk mengkonsultasikan segal hal yang berhubungan dengan bangunan anda. Tanyakanlah kepada arsitek pertimbangan-pertimbangan yang mungkin anda ambil sehubungan dengan aktivitas anda didalamnya. Anda bisa berkonsultasi dimana saja, dikantor arsitek, dirumah, atau di proyek. Bahkan mungkin juga dilakukan diluar mungkin karena faktor lokasi dsb.
Masa konsultasi pun bervariasi, begitu juga jadwal. Semua bisa di negosiasikan. Sebenarnya yang paling penting dalam menyewa jasa seorang arsitek adalah untuk konsultasi, bukan sekedar membeli gambar design. Kalau sekedar membeli gambar, anda tidak perlu menyewa seorang arsitek. Saat ini banyak sekali jasa gambar yang murah. Bagi anda yang menginginkan gambar saja (tanpa perlu repot2 berkonsultasi), anda bisa mendapatkan harga yang murah dengan gampang. Banyak sekali konsultan-konsultan yang menawarkan harga yang sangat murah (banyak iklan-iklan yang menawarkan jasa tersebut di media-media).

5. Mintalah Arsitek mengawasi pembangunan

Banyak sekali kasus dimana gambar design dari arsitek tidak sesuai dengan hasil akhirnya. Hal ini disebabkan arsitek tidak mengawasi pembangunan. Anda bisa meminta pengawasan pembangunan kepada sang arsitek. Dalam praktek profesional, paket komplit dalam fee arsitek yang ditawarkan, biasanya pengawasn sudah termasuk didalamnya, yakni sekian persen dari biaya total. Tentu hal ini akan menjamin hasil akhir bangunan yang anda impikan akan sesuai dengan designnya.
Namun ada juga arsitek yang hanya menyerahkan gambar saja, tanpa pengawasan. Maka untuk biaya pengawasan akan ditambahkan lagi diluar biaya gambar. Pengawasan akan dilakukan secara berkala, seminggu dua kali, seminggu sekali, atau dua minggu sekali. Sangat bervariasi tergantung masing-masing arsiteknya. Dalam paket, biasanya pengawasan berkala sudah dijadwalkan, namun apabila anda menginginkan pengawasan diluar jadwal, anda harus membayar biaya tambahan untuk pengawasan tersebut.
Untuk menghindari kesalahan dan perubahan design yang terlalu banyak dalam pengaplikasiannya, mintalah pada arsitek untuk memberikan referensi kontraktor yang terpercaya dan terbiasa bekerja sama dengannya. Hal ini tentu akan melancarkan pembangunan. Hal-hal yang terjadi dilapangan akan bisa sinkron karena kontraktor sudah terbiasa bekerja sama dengan sang arsitek. Kesalahan-kesalahan pun akan bisa diminimalisir. Tentu saja hal ini akan berpengaruh pada budget yang anda keluarkan, budget menjadi lebih hemat karena waktu dan material tidak ada yang terbuang percuma. Dan tentunya kepuasan anda menjadi hal yang tak tergantikan.

6. Bayarlah sesuai ketentuan

Setelah terjadi kesepakatan awal soal harga, bayarlah sesuai ketentuan yang diajukan arsitek. Model pembayaran ini juga bervariasi, tergantung sang arsitek. Pada umumnya, untuk langkah awal pembayaran menggunakan DP (Down Payment) sebesar 50%. Kemudian sisanya dibayarkan sesuai termin, atau juga pada saat gambar selesai semuanya. Beberapa arsitek menggunakan rumus 50-45-5. Artinya, DP 50%, selesai gambar turun 45%, dan sisanya sebesar 5% sebagai biaya pengawasan lapangan.
Pembayaran kepada arsitek menurut termin sesuai dengan progres yang diajukan kepada anda. Anda bisa menyampaikan secara langsung (sekaligus berkonsultasi), atau via transfer. Gunakanlah waktu bertemu dengan arsitek untuk selalu berkonsultasi. Hal ini tidak akan menyia-nyiakan uang yang anda keluarkan untuk sang arsitek.
Beberapa arsitek juga menyediakan jasa konsultasi dengan biaya per jam. Dan besarnya biaya per jam juga tergantung dari masing-masing arsitek. Dalam hal ini disebut arsitek junior, senior,asisten arsitek, dsb. Mulai dari Rp. 10.000,00/jam hingga ratusan ribu.


7. Konsultasikanlah jika ingin merenovasi ulang

Jika suatu saat anda menginginkan renovasi ulang, konsultasikanlah dengan arsitek awal. Hal ini akan menghindari perbedaan konsep dari bangunan awal. Renovasi bisa berupa mengurangi, menambah, atau merubah bentuk dan ruangan. Perubahan ini perlu pemikiran ulang lagi dari si arsitek untuk bisa menyatu dengan skema awal.
Jika anda tidak ingin menggunakan arsitek lagi, sedangkan anda bermaksud membangun rumah secara bertahap, mungkin anda baiknya anda meminta design yang berkembang. Artinya, design yang dihasilkan oleh arsitek, merupakan design yang bisa anda kembangkan sendiri mengacu pada design sang arsitek. Desain berkembang ini sekarang saat diminati oleh banyak orang karena minimnya budget saat membangun. Namun, karena tidak terkonsep dengan baik (dikarenakan tanpa arsitek), maka hasil yang didapat pun amburadul, tidak bertema dan tidak berkonsep. Pola ruang, sirkulasi, penghawaan dan aspek2 lainnya menjadi tidak maksimal.
——————————————————————————————–
Nah, sekarang tergantung anda, apakah akan menyewa jasa arsitek, atau tetap anda rancang sendiri daripada mengeluarkan biaya yang mungkin tidak sedikit. Namun mungkin anda perlu pertimbangkan, berapa perbandingan besar biaya untuk menyewa jasa seorang arsitek, dengan biaya yang harus anda keluarkan untuk kesalahan-kesalahan design, struktur, dan yang paling penting, biaya untuk memuaskan hati anda. Bukankah mengeluarkan yang sedikit untuk mendapatkan yang banyak itu lebih baik…??? :)

Juni 15, 2010

Tips Rumah Sehat

Rumah pada lahan yang sempit, seringkali memiliki ruang-ruang yang tidak mendapatkan pencahayaan dan udara yang alami. Akibatnya, ruangan menjadi terasa pengap dan gelap. Lampu pun harus dinyalakan di siang hari. Selain tidak sehat, pemakaian energi listrik pun menjadi boros.


Salah satu cara mengatasinya adalah dengan membuat taman terbuka yang berada diantara ruang-ruang yang tidak memiliki hubungan langsung dengan ruang luar. Sehingga taman menjadi sumber udara alami (paru-paru rumah) dan sumber cahaya alami di siang hari. Ukuran taman tidak harus besar. Bahkan lebar satu meter pun dapat Anda kreasikan, kalau bisa lebih besar akan lebih baik. Yang perlu diperhatikan adalah taman tersebut tidak beratap. Kalaupun beratap untuk melindungi ruangan dari hujan, maka sebaiknya menggunakan atap fiber dan memiliki ventilasi udara. Taman dapat berupa taman yang tidak terlalu hijau, yang lebih menonjolkan permainan batu-batuan ataupun air dengan sedikit tanaman. Pada ruangan yang berdekatan dengan taman tersebut dibuat bukaan yang semaksimal mungkin, apakah berupa pintu, jendela yang dapat dibuka atau ventilasi. Agar cahaya dapat dimanfaatkan maksimal, maka pintu atau jendela tersebut menggunakan kaca yang cukup besar.

Jika pada rancangan rumah Anda banyak ruang-ruang yang tidak memiliki sumber cahaya dan udara alami, maka sebaiknya dibuat beberapa taman di dalam rumah.

Mei 14, 2010

Tips Rumah Mungil

Terbatasnya lahan di daerah perkotaan membuat harga rumah di daerah perkotaan cukup mahal sehingga banyak orang yang hanya mampu membeli rumah dalam ukuran mungil. Rumah-rumah yang dibangun di kompleks perumahan umumnya berukuran kecil. Rumah mungil atau rumah kecil dibuat untuk menyiasati terbatasnya lahan yang ada. Akibatnya, mungkin Anda merasa rumah Anda sempit dan tempat yang tersedia di dalam rumah serba terbatas, misalnya untuk meletakan perabot rumah tangga dan furnitur. Hal ini bisa jadi membuat Anda merasa tidak nyaman di rumah sendiri. Jika hal ini tengah Anda rasakan atau Anda tengah merencanakan membangun rumah di lahan yang tidak luas, dengan siasat yang tepat, permasalahan rumah mungil atau rumah kecil dapat disingkirkan.


Beberapa tips berikut ini dapat diterapkan untuk membuat ruang di dalam rumah menjadi lebih lapang. Hasilnya, Anda akan menikmati suasana di dalam rumah yang lebih lega.

Atap yang tinggi
Jika ruangan Anda terbatas luasnya, dengan membuat atap lebih tinggi dapat memberi kesan ruang lebih lega karena adanya cukup ruang ke atas.

Kurangi Sekat
Sekat antar ruangan dapat membuat rumah terasa tidak lapang. Untuk itu, Anda dapat mengurangi penggunaan sekat. Misalnya tips berikut bisa diterapkan yaitu menghilangkan sekat antara ruang makan dengan dapur.

Cahaya
Ruangan yang terang dapat menjadi salah satu cara agar ruangan lebih terlihat luas. Maka, buatlah ruangan rumah Anda dengan pencahayaan yang cukup terang.

Warna cerah
Cat rumah, warna gorden atau furnitur sebaiknya menggunakan warna-warna yang terang. Warna putih pada tembok dapat menjadi salah satu pilihan untuk ruangan yang sempit. Atau jika Anda ingin menggunakan wallpaper pada dinding, pilihlah wallpaper dengan motif kecil.

Jendela besar
Agar pandangan lebih luas, Anda dapat menggunakan jendela ukuran besar pada bagian depan rumah. Dengan demikian, penghuni rumah dapat melihat area yang luas di luar rumah dengan mudah seperti taman atau jalan. Hal ini akan memberi kesan luas.

Cermin
Penggunaan cermin merupakan hal yang paling sering digunakan untuk memberi kesan luas pada ruangan. Dengan cermin, Anda seolah-olah memiliki ruangan yang dua kali lebih besar karena pantulannya.

Pilih Furnitur dengan Tepat
Memilih furniture seperti kursi, meja atau rak harus disesuaikan pada rumah yang mungil. Karena terbatasnya besar ruangan, maka pilihlah furniture yang simpel dan dalam ukuran yang kecil. Lalu cobalah pilih furnitur dengan warna yang menyerupai warna cat rumah Anda. Selain menghemat tempat, ini juga dapat membuat kesesuaian yang baik dengan ukuran ruangan. Warna yang menyerupai cat tembok akan membuat kesan lebih luas.

Anda dapat pula memilih furniture multi fungsi. Misalnya meja yang juga dapat berfungsi sebagai kursi dengan menambahkan jok pada bagian atasnya. Furnitur lainnya misalnya ranjang di mana pada bagian bawahnya dapat berfungsi sebagai tempat penyimpanan.
Yang tidak kalah pentingnya adalah tata letak dari furnitur. Dengan posisi letak yang tepat dapat memberi ruang kosong pada ruangan.

Ruangan Multi Fungsi
Untuk menyiasati rumah agar dapat memenuhi fungsi yang ada, jadikan sebuah ruangan menjadi multi fungsi. Misalnya, ruangan tamu yang juga berfungsi menjadi ruang keluarga. Hal ini akan membuat ruangan lebih besar jika dilakukan penggabungan beberapa ruangan sekaligus.

Manfaatkan Ruang Kosong
Anda dapat memanfaatkan setiap bagian di rumah Anda yang masih kosong. Misalnya area di bawah tangga, biasanya kosong. Anda dapat meletakkan berbagai perlengkapan dan perkakas Anda di area bawah tangga.

Dengan siasat yang tepat, kini rumah kecil Anda tidak terasa sempit dan terasa sumpek. Rumah mungil Anda dapat memberi kenyamanan bagi Anda dan keluarga.

Maret 16, 2010

Rumah Hemat Energy

Rumah Hemat Energy
Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang masih memiliki hutan tropis yang luas diharapkan mampu memberi andil dalam mengurangi efek yang ditimbulkan oleh global warming.
Tanpa kita sadari pemakaian listrik dan perangkat listrik di rumah anda, cukup memboroskan energi dan turut menyumbang terhadap pemanasan global. Untuk itu, mari sama-sama berhemat energi yang dimulai dari rumah anda sendiri.


Misalnya, dengan memberikan cahaya yang cukup di setiap sudut rumah sepanjang hari, sehingga tidak perlu menyalakan lampu. Akan tetapi, cahaya matahari juga menghasilkan panas, untuk itu perlu dikelola agar tercapai temperatur ideal sekitar 25º, agar anda tetap dapat melakukan aktivitas di dalam rumah dengan nyaman.

Sebagian besar wilayah Indonesia memiliki suhu udara dan kelembaban rata-rata yang relatif tinggi, yakni di atas 30º C dengan kelembaban (RH) mencapai 80%. Hal inilah yang menyebabkan banyak diantara kita yang lebih menyukai pendingin ruang / AC untuk mendapatkan rasa nyaman secara instan di dalam rumah.

Selain membuat listrik anda tambah boros, energi panas yang dihasilkan oleh pendingin ruang biasanya tidak diolah lagi dan langsung dilepaskan ke alam, sehingga dapat mneyebabkan pemanasan global. Suhu dan kelembaban didalam rumah yang relatif tinggi, dapat diturunkan secara alami, melalui pendekatan desain arsitektur tropis.

Selain dilakukan dengan memanfaatkan potensi lingkungan seperti angin, bisa juga melalui pengolahan material untuk mengantisipasi panas akibat radiasi matahari.

Dalam serial rumah ’Rumah Hemat Energi’ (PT. Gramedia, 2007), dijelaskan bahwa ada 9 hal yang perlu anda perhatikan dan bisa ditambahkan ke dlaam rumah anda, untuk menghasilkan kenyamanan yang optimal, yakni :
  1. Ventilasi silang, untuk menciptakan perbedaan tekanan udara sehingga udara bisa mengalir.
  2.  Ventilasi dan insulasi atap, untuk mengurangi panas pada bagian atap dan dibawahnya.
  3.  Menara angin, untuk menghisap dan menangkap angin sehingga udara senantiasa bersirkulasi.
  4.  Plafon tinggi, agar udara bisa lebih bergerak bebas.
  5.  Material dan kemiringan atap.
  6.  Menggunakan lebih banyak material alam.
  7.  Warna terang pada dinding rumah.
  8.  Menghadirkan teras.
  9.  Membuat teritisan.
Selain 9 solusi tadi, ada solusi lain yang bisa anda lakukan agar suhu udara dalam rumah anda mencapai 24º-26ºC dengan kelembaban 50%-60%, yakni dengan memberikan lebih banyak ruang-ruang yang terbuka, menghindari efek rumah kaca dan memperbanyak tanaman hijau.

Kemudian bagaimana dengan pengelolaan cahaya alami, agar rumah anda hemat energi? Karena pengelolaan cahaya yang tepat akan mengurangi kebutuhan listrik untuk penerangan terutama di siang hari.

Hal ini bisa disiasati dengan mendesain bukaan yang tepat pada rumah anda, melalui penempatan bukaan yang sesuai dengan fungsi ruang, bukaan jangan berlebihan tetapi disesuaikan dengan kebutuhan. Dengan demikian anda akan memiliki rumah hemat listrik.

Tips Renovasi Rumah

MENGATASI DAK BETON YANG BOCOR
1. Perbaikan Bagian Atas

Bersihkan permukaan atas dak dari kotoran, debu, atau lumut dengan menggunakan sikat kawat dan kape scrape. Lakukan pengolesan waterproofing pada sudut pertemuan permukaan dak beton dengan dinding yang mengalami keretakkan. Saat waterproffing masih dalam keadaan basah,tempelkan serat fiber sambil ditekan.
Pemakaian serat fiber pada bagian dinding setinggi 15–20 cm dan pada permukaan dak beton sebesar 15–20 cm. Olesi kembali dengan waterproofing kebagian permukaan serat fiber yang baru ditempelkan. Ulangi pelapisan fiber dengan arah menyilang setelah lapisan pertama mongering. Untuk mencegah lapisan waterproofing yang baru dilapisi rusak akibat terinjak atau terkena benda keras, sebaiknya dak beton dilapisi dengan plesteran adukan semen yang dicampur cairan waterproffing setebal 3-5 cm. Perbandingan adukan adalah 1 kg waterproffing : 5 liter air : 8 kg semen : 24 kg pasir bersih kering.

2. Perbaikan Bagian Bawah.
Bersihkan bagian bawah dak beton (Plafon expose) dari kotoran dan jamur dengan menggunakan kape scrape dan sikat kawat halus.Sebelum dicat, lapisi dak beton yang sudah bersih dengan alkali sealer untuk memblok flek. Biarkan selama 1-2 jam agar alkali sealer benar-benar kering. Setelah benar-benar kering, cat merata permukaan dak bagian bawah sebanyak 2 kali pengulangan. Cat untuk pengecatan pertama dicampur air sebanyak 10% dan pengectan kedua dicampur air 20%.


MENGATASI DINDING RETAK
Kupas cat yang terdapat di sekitar retakkan dinding dengan menggunakan kape dan ampelas hingga terlihat dinding betonnya, lalu bersihkan dengan kain hingga tidak berdebu. Siapkan wall sealer, lalu aplikasikan ke seluruh dinnding dgn kuas atau roller. Tujuannya agar permukaan dinding terlapisi dengan kuat sebagai awal pengerjaan pelapisan selanjutnya. Seliter dempul tembok dapat menutupi permukaan dinding seluas 10 – 13 m2. Setelah kering ( sekitar 2 jam ), lakukan pengaplikasian dempul tembok pada seluruh bagian dinding yang retak dengan menggunakan kape atau kape scrape. Biarkan minimal 2 jam hingg sehari. Setelah itu barulah bagian dinding didempul dan diampelas. Agar dinding siap dicat, lapisi lagi bagian yang didempul dengan bahan pengikat tembok. Agar pengerjaan terlihat rapi, lakukan pengecatan secara bertahap pada bagian dinding yang sudah didempul. Mulailah dari bagian sisi luar atau tepi bidang dinding yang berbatasan dengan plafon atau kusen. Lakukan pengecatan dengan kuas. Untuk bidang yang luas pengecatan dilakukan dengan roller.


MENGATASI LANTAI KERAMIK YANG KUSAM
Tuangkan cuka makan diatas lantai keramik yang kusam. Diamkan selama 5 menit. Gosok dengan kain pel hingga lantai keramik tampak mengkilap, lalu keringkan dan bersihkan. Untuk lantai teraso, gunakan ampas parutan kelapa yang digosokkan ke permukaan lantai hingga mengkilap, lalu bersihkan dengan air bersih.


MENGATASI DINDING BERJAMUR DAN BERLUMUT
  • Gunakan sarung tangan dan masker terlebih dahulu.
  • Bersihkan lumut dan jamur pada dinding dengan menggunakan kape scrape dan sikat kering. Semprot permukaan dinding dengan air bersih.
  • Campurkan 500 g kaporit atau larutan pemutih dengan 2 liter air.
  • Usapkan lap ke dinding secara merata. Biarkan selama satu jam agar jamur dan lumut mati.
  • Semprotkan air bersih ke dinding untuk membilasnya
  • Setelah dinding menjadi keing, sapukan cairan anti jamur dan anti lumut dengan kuas. Biarkan selama 2-6 jam. Cairan ini dapat diperoleh di toko bangunan atau toko cat.Bilas lagi dengan air bersih.
  • Biarkan selama satu hari supaya dinding benar-benar kering.
  • Aplikasikan cat dasar dan tunggu sampai kering.
  • Aplikasikan cat dinding berupa cat khusus anti jamur dan anti lumut.